kata terimakasih adalah kata yang memang ingin aku ucapkan kepada mu. setelah aku hipotesis-hipotesis yang aku lakukan, aku menemukan jawabannya.
ini adalah ketika id ku yang berbicara
aku tidak tahu kenapa aku begitu yakin untuk memutuskan hubungan ku dengan mu, namun saat itu aku tidak mempercayai mu. ya, kamu kehilangan kepercayaan ku. aku tidak menyangka begitu marahnya kamu. aku dan kamu berbeda persepsi memang.
aku bersikukuh untuk berpisah dengan mu walau ada rasa sakit yang ku rasakan ketika berpisah dengan mu, namun entah kenapa lagi hati ini merasa ini yang terbaik. aku menjalani hari ku tanpa mu. ini rasa yang sulit, ya sulit sekali. aku yang begitu terbiasa dengan semua kasih sayang dan perhatian mu. ha ha ha kamu tau apa rasanya ketika aku membuka handphone ku dan tidak ada kamu di antara inbox handphone ku. rasanya sedih dan sepi, aku kembali mencari tahu tentang mu. kenyataannya kamu menghapus secara tidak langsung aku di dalam hidup mu. ya mungkin ini cara mu melupakan ku. aku mengerti
hingga akhirnya aku menemukan bahwa kamu dan teman ku dekat, lebih dari seorang sahabatnya. jujur, ada rasa sakit di hati ku. entah ya, mungkin aku masih sayang pada mu. hah, jelas sekali Lidya.. tidak mungkin secepat itu melupakan orang yang ada pernah berarti dalam hidup mu. ya, aku masih sayang pada nya walau rasa sayang itu tidak sama seperti dahulu. apakah secepat itu kamu bisa lupakan aku? ya, mungkin aku harus mengalami perasaan yang sama ketika aku begitu sulit melupakan pendahulu mu. aku ingat ketika itu 3 tahun aku begitu sulit melupakannya. mungkin aku akan merasakannya lagi.
saat ini aku menutup pintu hati ku, entah sampai kapan. mungkin mekanisme pertahan diri ku terlalu kuat sehingga aku terlihat tetap tegar dan tersenyum seolah tidak memiliki masalah. namun, aku rapuh. ada rasa tertarik ketika aku bertemu dengan beberapa lelaki, namun ketika aku tertarik bayangan sakit juga muncul. aku sadar, itu hanya keinginan id ku, ya keinginan biologis ku. namun keinginan jiwa ku.
bohong! kalau aku tidak sayang pada mu. aku sayang pada mu, namun aku tidak ingin menjalin komitmen lagi dengan mu. rasa percaya ku pada mu hilang terlebih sekarang. aku membayangkan betapa dekatnya kamu dengan teman ku sekarang. aku membayangkan jika kamu melontarkan kata-kata yang sama ketika bersama ku saat kamu berhadapan dengannya.
aku masih ingin menulis, menulis apa yang ada di hati ku. aku masih ingin berteriak namun tidak mungkin aku lakukan disini. aku mohon, berikan aku sedikit kesempatan untuk mendapat jawab dari pesan ku. setidaknya aku ingin memastikan bahwa hubungan persaudaraan kita akan baik-baik saja. ah tidak, itu tidak akan aku dapatkan dari mu. baiklah, aku akan kembali mencoba beradaptasi.
aku masih mencoba beradaptasi dengan keadaan ku yang sekarang. ingin rasanya aku sibuk dengan aktivitas ku nanti pada semester 4. Tuhan, bolehkah? aku meminta kepada Mu. aku ingin berhenti sejenak melupakan dia. aku ingin fokus kepada diri ku kembali, menata hidup ku kembali. memikirkan resolusi-resolusi yang akan aku lakukan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar