ku tahu kau selingkuh
kau duakan cinta ku yang tulus
kau diri ku tak pernah
berpaling dari diri mu
teganya kau dustai semua
janji kita berdua
entah masih kah ada
cinta di hati ku untuk mu
entah kapan kah ku dapat
membuka hati untuk mu
tak pernah ku bayangkan
cerita kita berakhir begini
teganya kau dustai semua
janji kita berdua
entah masihkah ada
cinta di hati ku untuk mu
entah kapan kah ku dapat
membuka hati untuk mu
masihkah ada
cinta di hati ku?
dihati kecil ku berharap kau
masih bagian dari hidup ku
"Cil, kamu maafin aku kan?" ujar Timo memohon kepada ku
"...."Cecil hanya terdiam menangis di tengah hujan. Dia tidak dapat menahan air matanya
"Cecilia, please aku mohon maafin aku. aku salah tapi aku udah jelasin kan sama kamu kenapa aku kaya gini cil?"
"Mo..." Cecil mengigit bibirnya yang membiru, "aku kedinginan" perlahan darah segar keluar dari hidungnya.
BRUK!
Cecil pingsan. Timo bergegas membawanya ke rumah sakit, dokter mengatakan bahwa Cecil mengalami stress akut sehingga tubuhnya bereaksi dan mengeluakan darah. Syukur, bukan penyakit buruk yang menimpa Cecil. Cecil mulai terbangun
"kamu baik-baik aja?" tanya Timo
"aku dimana? kok bisa disini?" tanya Cecil lagi
"kamu tadi pingsan.." Timo menggenggam tangan Cecil
Cecil menatap tangan Timo yang terasa sangat hangat namun menyakitkan.
"Mo, bisa lepas tangan mu?" Cecil meminta pelan. Timo melepaskan tangannya segera, "aku mau pulang.." Cecil bangun dari tempat tidur, "ini apaan sih? ah!" Cecil berjalan sambil menarik selang infus dari tangannya
"Cecil, kamu harus istirahat dulu" Timo mengejar Cecil
Cecil terhenti, menatap Timo dalam, "Mo, yang butuhin itu ketenangan bukan orang-orang sekitar ku yang bisanya nyakitin aku" Cecil memalingkan wajahnya dan kembali berjalan. Audy dari kejauhan tampak mencari kamar Cecil.
"Cecil, lo ngga apa?" tanya Audy lagi
"hah ini lagi.. udah lo urus tuh pacar lo si Timo.." ujar Cecil membuang tatapannya jauh ke belakang
"lo apaan sih, masih aja.. gue kan mau jenguk lo"
"gue ngga sakit dan ngga butuh di jenguk siapapun. gue udah biasa kok di khianatin temen sama mantan gue!" jawab Cecil tegas
"Cecil, tunggu!" Audy menahan Cecil namun Cecil tidak menggubris dan terus berjalan keluar rumah sakit. Dia menghentikan taxi.
"Penvill pak.."
supir taxi mengangguk. Cecil menyenderkan badannya ke jok, Cecil hanya terdiam, memejamkan matanya. ingatannya kembali pada saat-saat dimana dia dan Timo bersama namun karena kesalahpahaman Timo begitu marah pada Cecil, kesalah pahaman yang dikarenakan oleh Audy. Audy masih sempat menghibur Cecil dan meminta agar Cecil dan Timo kembali, namun beberapa minggu kemudian mereka memutuskan untuk berpacaran. Cecil masih mengasihi Timo, namun dia masih butuh waktu untuk memaafkan diri Timo yang sangat mengguncang perasaannya. Cecil menjadi kacau, dia tidak lagi memperhatikan penampilannya, Cecil tidak lagi seceria Cecil yang dahulu.
"sudah sampai mba.." ujar supir taxi.
"wih lama juga gue ngelamun" batin Cecil, "saya ambil uang ke dalam dulu pak.. tunggu yaa"
supir taxi mengangguk. "bibi, tolong kasih ini dong sama supir taxi di depan" ujar ku meminta tolong pada bibi.
aku merebahkan diri ku di tempat tidur, teringat akan handphone ku. sudah banyak missed call dari Agus sahabat ku. aku meneleponnya lagi
"heeeh nenek! dimana lo?" tanya Agus. agak bencong memang
"gue dirumah, tadi ada kecelakaan dikit. cuma udah ngga apa kok" jawab ku
"sherina lo?? duh gue capcus ke rumah lo ya nek.."
"yaudah terserah lo aja ndut!" jawab ku lagi. aku mematikan telepon, kembali termenung
"sayang sih masih, ya emang ngga sesayang dulu sih emang. tapi ya gue ngga nyangka aja, si Audy tega banget sama gue. ngga salah juga sih mereka ya udah putus, tapi dimana sih perasaan mereka gitu? satu bilang sayang. satu anggep sodara. ah, bangke banget emang!" batin ku, "hmm kerjaan gue mana numpuk banget, meeting sana meeting sini. ah repot banget deh! males maleees" perlahan air mata ku menetes, "bunda, ayah.. Cecil kangen kalian, kapan sih kalian pulang? bunda kangen dipeluk bunda. Kak Marco kerjaannya main mulu ngga pernah perhatiin Cecil dia lebih perhatian sama pacarnya dibanding sama Cecil bun.."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar