Minggu, 07 April 2013

Sekolah Minggu

ketika gue nulis judul ini, gue punya banyak pikiran. seperti semua hal ada dalam pikiran gue, layaknya sinaps yang saling ingin melompat menuju satu yang lain dan menciptakan suatu pemikiran baru ya, belajar. semua ada di pikiran ku, saling terhubung dan saling mengaitkan satu dengan yang lain.

aku merasakan menurunnya kualitas ku kepada sekolah minggu. aku mudah lelah, aku tidak fokus, tidak cepat dan tanggap. tidak seperti dahulu. apa terlalu banyaknya beban pikiran ku? atau terlalu banyaknya aktivitas ku? atau tidak adanya teman bercerita?

pukulan ini aku rasakan hari ini.
Hardista dan kawan-kawan membawa junior mereka di sekolah minggu. aku menyambutnya dengan semangat, puji Tuhan bertambah jiwa-jiwa yang ingin melayani Dia lewat adik-adik. tadi itu, aku memimpin pujian. karena rekan-rekan ku belum bisa menguasai adik-adik skm. huh mungkin aku salah, aku tidak membiarkan mereka belajar. hari ini dan hari-hari sebelumnya orangtua memang sangat banyak yang masuk ke dalam ruangan, ruangan menjadi lebih panas. adik-adik juga banyak yang hadir. hingga aku kehilangan kendali dan aku tidak fokus ditambah tidak adanya tikar diatas. huaaaah

Kak Eli, senior guru kelas A datang. Dia membantu ku mengendalikan kelas, aku sangat terbantu oleh kehadiran Kak Eli. Kak Eli memberikan masukan yang, ya aku sudah tau dan aku sudah pernah lakukan itu dahulu. aku tidak mengerti, aku hanya bisa terdiam. dan pada saat itu aku tersadar bahwa aku mengalami kemunduran. aku mengaitkan hal dunia dengan pelayanan ku, aku tidak sportif ketika aku memiliki masalah dengan kawan sepelayanan ku, aku tidak sportif ketika iblis membiarkan perasaan ku memenangkan diri ku terbawa perasaan dengan teman sepelayanan ku, aku tidak sportif ketika aku merasa bahwa aku hebat dan lebih berpengalaman.

berterimakasih ketika semua karakter dan kesalahan ku dibuka dan aku diberi masukan lewat mata kuliah ku, ketika Pak Hans mengatakan untuk epoche, ketika mendengarkan semua pandangan subyektif manusia dengan semua ilmu yang mereka punya, dengan mendengarkan apa yang hati katakan, dengan belajar merendahkan diri, dan dengan belajar untuk menjadi terang.

tersadar ketika aku jauh di bawah dari teman-teman ku yang lebih hebat dari ku dan aku membiarkan diri ku dikuasai oleh keinginan iblis untuk tetap merasa hebat. tersentak, ketika firman yang aku sampaikan kepada adik-adik sekolah minggu adalah tentang kerendahan hati yang artinya aku yang secara subyektif mengambil pesan firman itu. entah suatu kebetulan yang manis atau apa, tapi aku hanya bisa terdiam.

terlebih karena aku penanggung jawab kelas A, aku merasa aku gagal ketika aku tidak bisa menuntun teman-teman yang lebih muda pengalamannya dalam sekolah minggu tidak dapat merasa membutuhkan dan menyayangi adik-adik dan adik-adik tidak dapat menyayangi mereka.

aku harus lebih banyak belajar, belajar mengutamakan prioritas mana yang harus aku lakukan dan tidak, mempraktekkan ilmu yang aku peroleh dalam kehidupan ku, membuka mata pada dunia yang menyediakan banyak ilmu, memahami orang lewat apa yang ada disekelilingnya-apa yang dia anut dengan kepercayaannya-dan apa yang mengajarkannya, memahami bahwa pintu akan dibukakan jika kita mengetuk dan tangan akan dibuka jika kita meminta. terutama belajar untuk bersyukur dalam apapun yang boleh terjadi dalam hidup.

Senin, 01 April 2013

dear my bod

sesekali aku menahan sakit kepala yang menyerang ku, sakit yang teramat sangat dan terlalu menekan ku. kepala ku sangat berat dan leher ku sangat nyeri, entah mengapa rasa sakit ini sering kali menyerang ku. aku tidak paham apa yang terjadi pada kepala ku.

oh Tuhan, apa yang sedang terjadi?
terkadang dalam diam menahan rasa sakit, sesekali aku menangis memohon kekuatan ketika aku menghadapi penyakit yang entah apa dalam tubuh ku ini sendirian tanpa ada yang merawat ku. lemah? ya, aku memang lemah. terkadang aku membutuhkan ksatria untuk melindungi ku, aku ingin menjadi seorang putri yang kelak di datangi oleh pangerannya.

aku tidak ingin menceritakan apa yang kurasa pada media sosial ku, karena banyak topeng disana. termasuk aku terkadang memakai topeng, media sosial yang merupakan tempat untuk mengeluarkan apa yang ku rasakan, terkadang menjadi batu sandungan bagi orang lain. baik aku ke tempat lain dan menuangkannya disini. berdoa pada yang Kuasa agar senantiasa memeluk ku dalam tidur ku.

selamat malam dunia, selamat malam sakit dalam tubuh ku

aku tidak tahu apa yang sedang kau lakukan di dalam sana, hanya aku ingin mencoba berdamai pada mu dan mencoba menerima bahwa ini adalah suatu peringatan kepada diri ku bahwa aku harus lebih bijaksana pada tubuh ku, memberi kesempatan pada tubuh ku untuk merasakan keindahan hidup dan tidak memaksa tubuh ku untuk selalu berpikir dan berjuang mencapai obsesi ku.

baiklah, sakitnya semakin terasa lagi. aku akan beristirahat, jika seminggu ini kamu masih terus ada dalam tubuh ku. mungkin aku akan memeriksakan kembali kepada yang mereka yang ahli dalam bidangnya. selamat malam, tubuh ku.

saat kau tak disini

seperti bintang-bintang hilang ditelan malam
bagai harus melangkah dan tanpa ku tau arah
lepaskan aku dari derita tak bertepi saat kau tak disini

seperti dedaunan berjatuhan di taman
bagaikan debur ombak mampu pecahkan karang
lepaskan aku dari derita tak berakhir saat kau tak disini

saat kau tak ada atau kau tak disini
terpenjara sepi ku nikmati sendiri
tak terhitung waktu tuk melupakan mu
aku tak pernah bisa
aku tak pernah bisa