Rabu, 09 Januari 2013

Go Away, Asshole!

"pergilah kau, pergi dari hidup ku.. bawalah semua rasa bersalah mu, pergilah kau pergi dari hidup ku bawalah rahasia mu yang tak ingin ku tahui.."

rasanya malam ini ketika denger lagu ini luar biasa. berawal dari minggu pertama ujian, aku berjanji untuk tidak membuka social media (re: twitter) tapi entah mengapa, entah kebetulan, entah ini yang disebut nakal, atau entah ini petunjuk. aku membuka twitter, mengklik tombol search, yak.. @boydocitra. aku memberanikan diri membuka, aku tidak bermaksud untuk egois. hanya saja aku baru saja berpikir bahwa semua lelaki sama. ya, mereka manis di mulut hanya untuk menarik simpati wanita yang menggunakan perasaan. mereka tahu konsep diri wanita dengan baik, aku rasa. Dia baru saja kembali menghubungin mantannya lewat jejaring sosial, mengkodekan bahwa dia sedang menyukai seseorang, dan akhirnya aku menemukan tweet yang tidak biasa antara dia dengan teman ku. 

rasa sakit ini bukan semata dikarenakan aku yang sudah memutuskannya dan menyesal. tidak, walaupun ada sedikit. namun rasa sakit ini disponsori oleh, memori ku yang memutar kejadian dikala aku memutuskannya dan dia berlutut untuk memohon agar aku menarik permintaan ku. bagaimana dia berusaha mempertahankan ku, bagaimana dia meyakinkan bahwa dia sangat menyayangi ku. ha ha ha. sekarang aku tahu, makna lagu 'hey Ladies sekarang cinta pakai otak jangan mau rugi hati dan rugi waktu' ya ya, benar saja.. jangan semata menggunakan perasaan.

sungguh, beribu-ribu kali aku tidak menyesali pernah memutuskan hubungan ku dengan mu. aku tidak tahu, kenapa aku melawan keinginan hati ku untuk membuka jejaring sosial, mungkin Tuhan menunjukkan ku jalan bagaimana aku melupakan mu. aku hanya berpikir, mengapa dia? dia yang ku pikir baik, sempurna. hah, hanya omong kosong yang ditutupi semua pemikiran dan kata-kata manis mengenai hidup keagamaannya. awalnya, aku ingin kembali berteman. namun tidak kali ini, aku cukup memberikan batasan pada diri ku untuk tidak berkomunikasi dengan dia. 

bagaimana jika itu hanya prasangka ku? entah, namun memang semua pemikiran diawali dengan prasangka ketika tidak di kroscek kembali maksudnya. namun, aku sudah melihat langsung bagaimana mereka berkomunikasi dan saling memberi perhatian. entah apa maksudnya? namun itu bukanlah cara untuk membuat ku cemburu atau pembuktian bahwa aku menyayanginya. itu hanyalah salah satu cara bagaimana aku meyakinkan hati ku untuk menutup hati untuknya.

ya, terimakasih untuk cara mu bersikap untuk menentukan bagaimana aku harus bertingkah laku. terimakasih sekali lagi.


'ku percayai mu, ku banggakan kamu, ku berikan segalanya. aku tak mau lagi, ku tak mau lagi..'


aku, bagian masalalu mu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar