Minggu, 20 Januari 2013

hati dan bibir yang tersenyum

"iya hati orang siapa yang tau kan? kadang bibirnya tersenyum manis, tersenyum menyindir, tapi hati?" 

itu adalah ungkapan yang tidak jarang kita ungkapkan. haha atau bahkan hati kita yang mengungkapkan? terkadang, memang bibir tersenyum sangat manis namun hati bisa meringis sebal atau mungkin meremehkan. ya, hingga ahli bahasa tubuh mengklasifikasikan senyum menjadi beberapa jenis. senyum tulus, senyum malu, senyum manja, senyum menyindir menyepelekan dan  lain-lain. Dan ya, ahli kejiwaan menggabungkan beberapa bahasa tubuh, tatap wajah, dan beberapa bagian lainnya dalam menentukan bagaimana kondisi kejiwaan seseorang. menarik memang.

aku sedikit bercerita tentang apa yang aku alami menanggapi makna sebuah senyuman. aku terlibat dengan obrolan para pria yang sudah dewasa. well, bukan obrolannya yang dewasa. haha. ya, mereka ada abang-abang ku sebagaian dari mereka berprofesi sebagai polisi dengan ciri khas karakter dan cara bicara mereka. Dan sisanya pegawai dengan ya lagi-lagi ciri khas mereka sebagai pegawai. aku sangat menikmati obrolan dengan mereka, ehm tepatnya mengobservasi kecil-kecilan dari apa yang mereka perbincangkan. salah satu diantara mereka memang ada yang pemikiran berbeda dengan yang lain, ya mereka bisa dibilang cuek, pandangan hidup yang fleksibel namun tetap memiliki pendirian, dan tidak dengan latar belakang keagamaan yang kuat. sementara yang satu ini, dia berpendirian dan dengan latar belakang keagamaan yang baik ya walaupun sikapnya pun ngga jauh beda lah. 
merasa punya sikap yang sama dan saling mengetahui kebiasaan masing-masing dan dengan dilandasi kesamaan marga (ya begitulah intrik budaya batak) mereka saling mengeluarkan pendapat, mereka saling berbicara. sebut saja abang yang memiliki pendirian kuat dan tata bahasa yang lumayan sulit dipahami ini bernama X. Si abang X ini mengeluarkan statement lagi-lagi dengan gaya bahasa tingginya. aku pun sempat terkekeh (senyum meledek) teman-temannya pun dengan raut wajah yang ingin tertawa menunggu apa yang akan di bicarakan si X ini. seakan sudah mengerti, salah satu kawannya sebut saja Y memotong hingga si X terdiam dan akhirnya mereka tertawa puas merasa sudah membuat X tersadar bahwa dia salah mengeluarkan pendapat. 

begitulah, mereka terlihat tertawa. tawa yang dipandang positif namun hati mereka. terkadang kita tidak tahu apa yang ditertawakan seseorang tentang diri kita dengan apa maksud hatinya menertawakan kita. yang kita mengerti adalah itu lucu. tidak banyak orang yang peka akan maksud tawa orang akan dirinya.

aku sendiri sedang mengalaminya, aku tampak tertawa di depan orang banyak, tampak baik-baik saja. namun tidak ada yang tahu bagaimana isi hati ku. mekanisme pertahanan diri ku memang kuat, hanya beberapa orang yang sudah mengenal ku dekat yang bisa membedakan ekspresi ku dan suasana kejiwaan ku. aku bisa terlihat sangat gembira di luar dan bisa meledek orang seperti biasanya, namun hati ku meringis dan terluka. setelah semalam tadi aku mengalami dan tersadar akan banyak hal aku menyadari bahwa aku harus belajar untuk mensinkronkan bibir ku dan hati ku. aku belajar lapang dada dan mengakui kelemahan ku dan bangkit untuk tersenyum. hm menghela nafas dan menjadi wanita yang lebih lebih lebih baik lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar