damai sejahtera melingkupi mu senantiasa
aku hanya ingin mengeluarkan beberapa 'unek-unek' atau perasaan ku kepada mu.
awal aku melihat mu disalah satu jejaring sosial, aku tersenyum kecil. ya aku punya teman di semarang nanti. semester 1, aku tidak terlalu dekat dengan mu. um dekat? sama sekali tidak bahkan, karena kita berbeda kelas dan yang ku tau kau sangat pendiam. ya itu setidaknya yang ku tau sedikit tentang mu.
semester 2, kita menjadi semakin dekat. bertiga dan orang-orang memiliki julukan tersendiri untuk kita. remember? sedikit demi sedikit aku tahu tentang karakter mu, walaupun ada yang tidak aku suka namun aku tetap mengasihi mu karena kamu adalah teman ku, ya teman seiman ku. well, menyenangkan sekali ketika kita menjadi satu atap. kita suka berbagi, bercerita, dan berdebat. awalnya aku menikmati masa-masa itu, namun hm entah, aku merasa terjadi kekosongan dalam diri ku ketika berbicara dengan kalian. entahlah, aku pikir ini hanya perasaan ku.
kita naik semester 3 dan ada beberapa kelas yang mengharuskan kita bersama. awalnya aku pikir aku dapat berbagi pelajaran dengan mu. namun ternyata tidak seperti itu, kamu malah lebih tertarik dengan obrolan 'kosong' ketimbang belajar bersama. ya, mungkin memang harapan mu dan harapan ku berbeda satu sama lain. aku mencoba memahami.
kamu pernah ingat? aku menawarkan mu menjadi guru sekolah minggu bersama ku? aku menawarkan kau untuk hadir ke dalam gedung sekolah minggu. sebelumnya aku selalu bertanya kepada mu, apa kah kamu sudah yakin akan keputusan mu? dan kamu dengan mantap mengatakan ya. aku menunggu mu, aku memberitakan kepada kakak-kakak sekolah minggu bahwa ada satu teman ku yang ingin bergabung dengan gembira dan sangat antusias aku menceritakan kepada mereka. mereka mengangguk. aku menunggu tapi kamu tidak datang, dan mereka mempertanyakan. ada sedikit rasa kecewa dalam diri ku, ah mungkin tidak siap. pikir ku, aku menanyakan pada mu ketika kita bertemu dan alasan mu, karena kamu tidak punya teman disana dan tidak tahu harus kemana? aku terperangah, ya mungkin dia belum mengerti. aku kembali mengatakan untuk kau hadir kembali dan membuka jalan. tapi hal yang sama terjadi pada minggu berikutnya.
sesudah kamu pulang dari rumah mu, entah ada angin apa kamu merasa sangat mantap untuk menjadi guru sekolah minggu. ada sedikit rasa pesimis dihati ku. aku mendengarkan alasan mu, kamu terpacu ketika adikmu sudah menjadi guru sekolah minggu juga. lagi-lagi aku ingin mengatakan, cobalah untuk mengoreksi hati mu kawan dan kesiapan hati mu lagi. aku tidak menganggap diri ku layak dan benar, tapi yasudahlah. aku mengokekan dan mengajak mu kepada kak yuli.
lalu tiba saatnya kita ada dalam satu kepanitiaan. ini adalah awal dimana kita harus seperti ini, kesalah pahaman, ketidak terbukaan dalam kepanitiaan yang menjadi alasannya. entah aku memang tidak baik menjadi pemimpin atau kamu yang sangat egois ingin dimengerti oleh semua orang. ada banyak umpatan yang dilayangkan pada mu, kamu tau? siapa orang pertama yang mendengar umpatan yang dilayangkan orang lain pada mu? itu aku. kamu tau? bagaimana rasanya bila pekerjaan mu harus dikerjakan orang lain yang sama tidak mengertinya dengan mu. aku tahu, mungkin kamu akan berpikir tidak usah percaya kepada orang yang menganggap oranglain sama dengan mu. tapi, ayolah cobalah menilai dan berpikir dari sisi atau kepala orang lain kawan. jangalah merasa dirimu terjembab sendirian dan merasa paling terpuruk. kamu tau apa yang membuat ku sakit? ketika mereka semua menceritakan umpatan mereka kepada mu. disaat aku ingin sekali melihat diri mu dari sisi yang teramat positif ditengah umpatan orang lain kepada mu, namun sulit. sangat sulit. mereka menjelekkan mu di depan ku. kamu bisa jelaskan kepada ku, bagaimana cara untuk memikirkan hal yang positif tentang mu?
ah ya, aku lupa menceritakan bahwa aku tercengang luar biasa ketika aku mengetik sebuah keyword di google. ketika itu aku lupa alamat blog ku, ketika aku mengetiknya. ada namamu. aku kaget, dengan rasa was-was dan berharap itu bukan mu aku membukanya. JRENG! itu kamu, iya itu kamu. dengan alamat blog yang sama dan dengan 'tipe' postingan yang sama. aku diam. kenapa?
setelahnya, kamu menunjukkan ada banyak perubahan pada dirimu yang mulai ingin terlihat berbeda dari diri mu. orang kebanyakan menyebutnya 'mulai gaul' aku tidak mengerti tujuannya apa. ya, kalau behavioristik mengatakan orang akan berubah seiring dengan bagaimana lingkungan membentuk mereka.
kamu ingat moment dimana aku meminta maaf kepada mu dan berbicara pada mu di kamar? kamu mau tau bagaimana rasanya? hm mungkin supaya kamu bisa melihat dari sisi orang lain ya.. aku akan beritahukan. rasanya teramat sakit, aku meminta maaf dan kamu hanya tidur seolah tidak menganggap aku, kamu tidak menatap ku dan kamu asyik dengan handphone mu. kamu tau? rasanya hati ku ingin sekali berteriak, Tuhan apa ini proses yang harus aku lewati? kamu mau tau lagi, kenapa aku menguatkan diri ku untuk meminta maaf kepada mu? itu semua aku lakukan untuk adik-adik ku sekolah minggu. yang aku rasakan adalah rasa sakit ketika mengajar di dalam ruangan, ya kita seruangan dan kita tidak saling bertegur sapa dan kita saling membuang muka. sakit rasanya. aku berhadapan dengan malaikat-malaikat kecil ku dan aku memberitakan tentang kasih pada mereka, namun tidak ada kedamaian di hati ku. aku belajar memaafkan mu.
aku tahu, kamu dan aku berbeda. ya, kita punya banyak perbedaan. aku tidak ingin menganggap dirimu sama dengan ku, karena aku pun tidak ingin disamakan dengan orang lain. tapi kita punya sistem dalam hidup, kita punya semacam keteraturan yang memang harus dijalankan oleh semua orang. tolonglah untuk membedakan dan mau sedikit melembutkan hati mu. aku tidak ingin berpikir bahwa kau tidak pantas dalam melakukan suatu hal, namun bantulah aku untuk sedikit memberikan tempat positif untuk mu dihati dan pikiran ku. karena sejujurnya tempat itu mulai terkikis dan aku tidak ingin ada benci diantara kita. aku juga mengirimkan ucapan natal kepada mu, ya mungkin itu tidak masuk ke dalam handphone atau mention mu. namun aku menunggu jawaban dari mu. namun itu tidak aku dapatkan.
sekarang, aku tidak mengerti siapa yang keras? apa aku yang terlalu mengasihi mu? apa aku yang terlalu berharap lebih kepada mu? hm itu memang salah satu kelemahan ku, aku mudah sekali mengasihi orang yang sudah kuanggap seperti keluarga ku, padahal aku tau rasanya disakiti orang yang terlalu kita sayangi.
mungkin banyak umpatan yang kau berikan kepada ku, mulai dari sombong, bossy, munafik, atau apalah. aku terima. tapi tolong, aku ingin kau membuka sedikit pintu hati mu untuk ku. aku ingin belajar mengampuni mu, sulit loh mengampuni, ketika orang itu masih terus menunjukkan sikap egois dan angkuhnya dihadapan kita sendiri. terlebih aku masih harus mendengar umpatan orang tentang mu. aku meminta tolong kepada mu untuk jangan mempersulit aku, tolong lembutkanlah hati mu dan mulailah berpikir dari sisi orang lain. kalau saja kau masih terus dengan prinsip mu untuk tidak percaya kepada orang lain yang menganggap dirinya sama dengan mu, aku merasa kasihan kepada mu. tapi ya memang, ketika kamu tidak berpikir dari sisi orang lain kamu tidak akan pernah merubah prinsip mu.
kita ini satu pelayanan dan satu tujuan yang mau kita layani, aku lagi-lagi tidak memaksa mu untuk berprinsip sama dengan ku tentang adik-adik sekolah minggu. namun inilah yang aku rasakan, aku tidak nyaman ketika mengajar jika wajah, cara mu melihat dan menjawab ku seperti menjawab binatang. haha entah berlebihan atau tidak namun itu yang ku rasakan.
hm baiklah, terimakasih sudah mau membantu ku lewat sini. aku bisa sedikit lega, aku akan terus mencoba mengampuni mu. aku hanya meminta bantulah aku jika kamu berkenan kepada ku.
maafkan kesalahan ku yang sudah menyakiti mu terlalu dalam. selamat natal sekali lagi
regrads,
aku yang selalu menunggu ucapan yg hangat dari mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar