Minggu, 23 Desember 2012

bingung pas insom

aku masih termenung menatap sebuah buku yang ada ditangan ku
"lo baca buku ini, Jul.. mungkin lo bakal ngerti maksudnya dia apa" ujar Carol sambil menyeruput mochacinonya. aku termenung menatapnya, "kapan dia kasih buku ini sama lo?" tanya ku lagi
"kemarin.."
aku menatap buku bersampul biru laut kesukaan ku sambil menghela nafas, aku menyiapkan diri ku untuk membuka buku tersebut. buku ini adalah milik mantan kekasih ku sebelum dia pergi ke luar negeri. ingin melanjutkan kuliah adalah alasan yang dia berikan kepada ku. Harry pergi ke Skotlandia karena ibunya menginginkan dia melanjutkan S2-nya dengan serius dan tidak terbayang dengan semua pekerjaannya disini. sebelum dia pergi, kami terlibat perdebatan seru dan akhirnya berpisah. aku muak dengan semua sikap protektif Harry kepada ku.
"yaa.. gue ngga nyuruh lo buat balikan sama dia sih, Jul. tapi kali aja lo mau baca.." ujar Carol lagi. "um, siapa itu gebetan lo yang baru.."
"..gebetan apa deh, Car.." ujar ku malas. anak ini ada-ada aja pengalihan topiknya.
"yaa itu yang elu gebet, siapa sih namanya? penasaran gue!!"
"ah, diem deh diem.. gue mau baca bukunya Harry dulu.." aku pergi sambil melempar bantal ku pada Carol yang mulai asik dengan laptop ku, aku menuju balkon kamar ku dan membuka tiap halaman. aku merasakan ada cinta di tiap tulisannya, kata orang menulis merupakan salah satu bagian dari katarsis. ya, mengeluarkan apa yang ada dalam alam bawah sadar kita. aku menghela nafas, sesekali tersenyum membaca tulisannya. sampai pada halaman terakhir

24 Agustus 2011
sehari sebelum Skotlandia

malam ini adalah malam terakhir aku ada di Indonesia sebelum meninggalkan rumah, mama, papa, Cheryl, kampus, pekerjaan ku, temana-teman ku, aktivitas ku, dan kamu Juliana Agustha.. Berat loh ternyata, apalagi aku pergi dengan tidak menyandang predikat apa-apa pada mu selain teman. hehe. Jul, aku sadar aku salah. aku terlalu mengekang mu dan seperti tidak memahami setiap pekerjaan, tugas, dan dunia mu disana. aku juga salah karena aku membatasi mu dan tidak ada disaat kamu benar-benar membutuhkan ku.
aku akan pergi melanjutkan masa depan ku, Jul. doakan aku ya, aku pasti akan sukses dan membuat mu bangga bahwa aku pernah jadi bagian dalam hidup mu. aku mengasihi mu, Harry.

aku tersenyum membacanya. handphone ku berbunyi, ah ada bbm dari Matthew. aku semangat membukanya

aku tunggu di bawah ya :)

ah, aku lupa bahwa aku ada janji dengannya untuk menemani dia mencari baju. aku melap air mata yang sempat mengalir.
"Car, aku mau pergi dulu ya.. Matthew jemput" ujar ku mengambil tas
"ah, iyaaa Matthew ya namanya.. emang dia lagi jam pesiar ya?" tanya Carol lagi
"um iya.. gue jalan ya, dia udah nunggu"
"oke, hati-hati yaa"
aku turun dan mendapati Matthew yang menunggu ku.
"hey, udah lama?" sapa ku, basa-basi
"ah, belum.. selow, mau jalan sekarang?" tanyanya lagi
"oh oke boleh.."
aku berangkat menuju pusat perbelanjaan di daerah Jakarta Selatan. Matthew hari ini sangat wangi, em tumben banget anak ini biasanya juga biasa aja. hehe aku sempat terkikik melihat betapa fresh-nya dia hari ini. keliatan banget ya jam pesiarnya.
"mau beli baju yang kaya apa toh, Matt?" tanya ku lagi
"um aku berubah pikiran, males cari baju buat aku.. buat kamu aja ya"
"hah? aku? aku ngga pengen beli baju loh"
"iya kan aku yang cariin.. semoga suka ya nanti, aku udah liat sih ada satu baju yang aku sukaa banget warna sama modelnya dan bayangin kamu aja yang pake. pasti cantik aja sih"
"ih, lagi ngegombal ya ini?"
"ngga kok.. hahaha"
aku tertawa, eh cariin baju buat aku. tumben banget. ada apa nih? Matthew memang sedang dekat dengan ku, aku belum tertarik untuk menjalin atau berkomitmen dengan siapapun. namun Matthew memang cukup mengisi kekosongan ku. aku memang senang padanya, namun aku tidak ingin lebih dulu untuk sekarang ini. aku masih trauma untuk berpacaran.
"em, ini bajunya. cobain deh, Jul. pasti cantik" ujar Harry
aku masih bingung, Harry tampak sangat semangat menyuruhku mencoba salah satu baju ini. aku suka dengan warnanya memang. aku masuk ke ruang ganti, dan mencoba. pas banget sama badan ku. aku keluar
"how?" tanya ku
Matthew memandangi ku, "tuhkan! pas!! mba, bungkus yang ini ya.." ujar Matthew lagi kepada pelayan toko
"tumben banget sih, Matt. what's going on?"
"emang salah? ngga apa kan? hehe" Matthew tertawa renyah. "langsung dipake aja ya"
"hah?"
"ayolaaah.."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar