halo, selamat dini hari
saat aku tulis ini, aku sedang memikirkan tentang malam natal. ya, hari ini adalah malam natal. setelah sebelumnya aku berada di dalam perjalanan panjang menuju Padang dengan kedua orangtua dan dua orang adikku, akhirnya aku tiba di Padang.
hari itu adalah hari minggu, aku dan keluarga ku belum beribadah dan kebetulan ada natal PGI hari ini. baiklah, kami beribadah saat natal PGI. ketika pendeta sedang menyampaikan khotbah natalnya, dia menyampaikan sebuah kalimat..
biarpun kamu diremehkan, dibenci, dihina, bahkan dipersulit oleh oranglain, percayalah bahwa Dia datang ke dalam dunia karena Dia mengasihi mu. jadi, kasih apa yang lebih besar dibanding kasih-Nya
yap, sempet bengong sih setelah denger kalimat itu. kenapa? ini udah mau akhir tahun dan inget-inget lagi masalah yang boleh aku alami sepanjang tahun 2012 dan yang paling nyakitin ya memang dua masalah belakangan akhir tahun ini. masalah pertemanan dan orangtua. ya, puji Tuhan kalau orangtua ku sudah membaik keadaannya. terimakasih untuk kamu yang sudah membantu dalam doa
untuk masalah pertemanan? aku sudah tidak tahu harus bagaimana menghadapi mereka? ya, mungkin itu adalah karakter mereka. mungkin mereka merasa biasa saja dan tidak ada apa-apa. apa yang tidak ada apa-apa? saling diam? dengan wajah sinis dan selalu menghindar? itu tidak ada apa-apa?
aku sudah meminta maaf dan berbicara secara langsung, tapi semuanya sama saja. jujur saja, aku merasa sangat tidak nyaman dengan keadaan ini. rasanya, aku ingin mengalah dan pergi. sontak aku teringat akan kata-kata papa ku "kalau kamu pindah cuma karena teman, papa ngga setuju deh" saat itu aku berpikir, ya ngekost kalo bukan temen dan akses yang mudah apa lagi? ternyata ini jawaban papa ku, ya.. ada sedikit perasaan menyesal ketika aku mau pindah ke kosan ku yang sekarang karena teman-teman terutama yang sesuku. awalnya sangat baik, tapi terakhirnya. ya itulah sulit dan ketidak profesional-an ku. aku tidak bisa mengatakan mereka salah karena ingin menghargai mereka dan ya, yasudahlah. mungkin tidak ada yang perlu disalahkan lagi.
pengorbanan itu memang sulit ya, iya. sulit sekali mengorbankan perasaan. merendahkan diri walaupun rasanya sakit ketika harus merendahkan diri untuk hubungan yang lebih baik. kami memang sepelayanan, oh ya ada sedikit rasa menyesal ku. maafkan aku apabila aku menyesal, karena aku sempat mengajak mu untuk bergabung dalam pelayanan ini. karena sekarang aku terjebak dalam kondisi ini dan aku tidak dapat mundur atau mengorbankan adik-adik ku karena ini. tapi maaf, jujur saja aku harus memendam benci ku karena sejujurnya aku tidak tahu lagi dimana letak kesalahan ku. wajah mu tidak dapat kau tutupi ketika menatap ku dengan benci, ya tidak hanya aku yang merasakan bahkan teman-teman yang lain.
jujur, ini menjadi tidak murni pelayanan untuk Tuhan karena aku menyisipkannya dengan kekesalan dan ketidak sukaan ku pada kalian. aku merasa lelah dan ingin mundur dalam pelayanan ini, tapi tidak mungkin. aku lebih mengasihi adik-adik ku.
huah, sebelum ajaran baru nanti aku mau mengatakan apa yang aku rasakan kepada kalian. aku harus mencoba menyembuhkan luka ku sendiri dan mencoba untuk bertahan mengalahkan ego ku. ya, aku belajar totalitas menjadi seorang hamba untuk adik-adik ku.
untuk masalah percintaan ku, aku sudah cukup muak sebenarnya menjelaskan ini. ini jelas di postingan ku sebelumnya. aku memang sedang menyukai salah satu dari anggota guru sekolah minggu ku, namun ya.. aku sadar ini hanyalah pelampiasan. aku pun tidak ingin hanya sesaat seperti yang sudah-sudah, mungkin aku akan memulai untuk mendoakan. untuk yang sebelumnya? maaf jika aku menyakiti kalian, namun tidak rasanya untuk kembali kepada yang dahulu. sudah cukup dan terimakasih untuk pembelajaran yang kalian berikan kepada ku.
hari ini, 24 Desember 2012
aku menuliskan sebagian perasaan yang aku rasakan. banyak resolusi tahun 2012 yang tidak berhasil. 2013, be nice dan jadilah lebih baik. aku ingin introspeksi diri ku, sebelum guratan resolusi 2013 kembali ku buat.
ya, selamat malam natal saudara ku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar