PRAAANG!!!!!
aku masih melihat darah berceceran dilantai berikut dengan serpihan kaca lemari yang pecah. abang ku memeluk ku, kami bersembunyi di bawah kolong tempat tidur. mama dan papa terus saja bertengkar,
"bang.." rengek ku sambil menangis. abang ku memeluk ku, "dek, jangan takut ya ada bang jojo disini" kata-kata bang jojo sederhana namun cukup menenangkan ku.
"kamu tuh brengsek! kamu itu ngga pernah terbuka soal keuangan.. aku ngga pernah kamu libatin dan sekarang giliran ngumpul sama keluarga aku aja yang disalahin!!" mama masih dengan teriakannya. setidaknya aku beruntung memiliki rumah yang besar dan tetangga dipastikan tidak mendengar apa yang mereka ributkan. malu.
"kamu juga ngga pernah mau introspeksi diri. ngga pernah dukung apa yang saya cita-citakan. kekhawatiran mu terlalu berlebihan!!" jawab papa lagi
"salah saya memikirkan pengeluaran anak-anak? saya ngga punya waktu buat pikirin biaya senang-senang kamu!!"
"siapa yang ngga mikirin biaya anak-anak? saya biayai jojo dan jeje kok! kamu aja yang ngerasa udah paling menderita jadi manusia!!" suara papa semakin kuat karena sudah merasa dipojokkan.
aku tidak dapat menahan air mata ku dan akhirnya menangis kencang. mama menengok ku, papa juga ikut mencari. mereka menemukan kami dengan wajah ketakutan di bawah tempat tidur, mama menggendongku.
"lihat akibat perbuatan mu!" mama membentak papa sambil membawa ku ke kamar. papa menarik bang jojo dan menggendongnya
"maafin papa ya, jo.. kalian ngga harus liat ini" ujar papa sambil memeluk bang jojo. bang jojo hanya diam dan berkaca.
aku terbangun keesokan paginya, tangisan ku sendiri membuat ku pusing dan akhirnya aku tertidur. aku yang masih berusia 3 tahun mencari mama ketika aku terbangun. mama sedang merawat bunganya
"mama ngga kerja?" tanya ku
"ini kan sabtu sayang.." jawab mama sambil menghampiri ku
"papa sama bang jojo mana ma?"
"papa pergi sama bang jojo, mama ngga tau.. "
"ma.." ujar ku lirih, kepala ku pusing dan akhirnya aku jatuh.
aku rasa aku sedang dalam tidur panjang dan ketika mata ku terbuka mama, papa, bang jojo sudah ada disekitar ku.
"jeje, kenapa?" tanya bang jojo
aku menggeleng, lemah sekali bahkan untuk sekedar berbicara
"nah jeje, sekarang minum dulu ya" ujar dokter keluarga kami. aku memaksakan diri ku untuk menegak minuman ini.
"nanti kalau jeje pingsan lagi, langsung di bawa ke rumah sakit aja ya mba.." ujar bu dokter yang adalah teman mama
"oke deh Lin.. terimakasih ya.." ujar mama
"yaudah aku permisi dulu ya" pamit dokter Linda
"mama anter dokter dulu ya"
mama dan dokter Linda pergi keluar, papa mengikuti dari belakang sebelumnya papa menitip bang Jojo pada ku
"bang Jo, aku kenapa tadi? kok aku bobo lagi?" tanya ku
"gatau dek, bang Jo juga ngga ngerti.."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar